#Artikel

Tugas Pokok BASARNAS

Pid.kepri.polri.go.id – BASARNAS adalah singkatan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (dahulu bernama Badan SAR Nasional). BASARNAS adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, dengan tugas utama menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue / SAR).

Secara garis besar, tugas pokok BASARNAS adalah mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, penerbangan, bencana, atau kondisi membahayakan manusia lainnya.

Berikut adalah rincian detail tugas pokok BASARNAS yang dibagi berdasarkan ruang lingkup operasinya:

1. Operasi SAR pada Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan

Ini adalah salah satu mandat internasional terbesar BASARNAS sesuai dengan standar ICAO (penerbangan) dan IMO (pelayaran).

Arisan Online Berujung Laporan Polisi, Warga Pontianak Rugi Puluhan Juta Rupiah

  • Kecelakaan Pesawat: Melakukan operasi pencarian dan penyelamatan ketika ada pesawat terbang yang hilang kontak, jatuh, atau mendarat darurat, baik di darat maupun di perairan.
  • Kecelakaan Kapal: Menolong kapal tenggelam, terbakar, tabrakan, atau orang yang terjatuh dari kapal (man overboard) di wilayah laut yurisdiksi Indonesia.

2. Operasi SAR pada Bencana dan Musibah Besar

Saat terjadi bencana alam berskala besar, BASARNAS bertindak sebagai komando utama dalam sektor pencarian dan penyelamatan jiwa.

  • Evakuasi Korban Bencana: Mencari dan mengeluarkan korban yang tertimbun reruntuhan akibat gempa bumi, korban tanah longsor, hingga mengevakuasi warga yang terjebak banjir besar atau erupsi gunung berapi.
  • Kerja Sama Multisektoral: Dalam situasi bencana, BASARNAS bersinergi erat dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan.

3. Penanganan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM)

KMM adalah situasi darurat di luar kecelakaan transportasi dan bencana alam, di mana jiwa manusia terancam dan membutuhkan pertolongan khusus.

  • Penyelamatan di Medan Ekstrem: Mengevakuasi pendaki yang hilang atau mengalami hipotermia di gunung, terjebak di dalam gua, atau terjatuh ke dalam sumur tua.
  • Musibah di Perairan Darat: Mencari orang yang tenggelam atau hanyut di sungai, waduk, air terjun, dan danau.

4. Pembinaan, Pelatihan, dan Kesiapsiagaan

Sanksi bagi Pelaku Transgender

BASARNAS tidak hanya bergerak saat terjadi musibah, tetapi juga fokus pada persiapan sebelum fajar darurat menyingsing.

  • Pelatihan Potensi SAR: Mendidik dan melatih masyarakat, organisasi pencinta alam, swasta, dan instansi lain agar memiliki kualifikasi teknik SAR dasar (seperti water rescue, jungle rescue, atau high angle rescue).
  • Siaga Darurat: Menyiapkan personel, armada laut (kapal SAR), armada udara (helikopter), dan peralatan canggih dalam status siaga , terutama pada musim mudik lebaran, libur tahun baru, atau cuaca ekstrem.

Perbedaan BASARNAS dengan BNPB

Masyarakat sering kali tertukar antara kedua lembaga ini. Berikut perbedaannya:

  • BASARNAS: Fokus spesifik pada Pencarian dan Penyelamatan Jiwa saat masa kritis (menemukan orang hilang/terjebak dan membawanya ke tempat aman).
  • BNPB: Fokus pada Manajemen Bencana secara keseluruhan, mulai dari mitigasi sebelum bencana, penyediaan logistik/pengungsian saat bencana, hingga rekonstruksi paska-bencana.

Semboyan Terkenal:“Avignam Jagat Samagram” yang berasal dari bahasa Sanskerta, memiliki arti “Semoga Selamatlah Alam Semesta”. Semboyan ini menjadi jiwa bagi setiap rescuer BASARNAS yang siap ditugaskan kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi cuaca sekstrem apa pun demi menyelamatkan nyawa manusia.

Fungsi Tank

Related Posts

#PILIHANEDITOR

Share