Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Polri dan akademisi dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan sosial serta pembangunan di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Kapolda mengapresiasi pembentukan Pusat Studi Kepolisian sebagai langkah strategis dalam menghadirkan kajian ilmiah guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.“Kolaborasi ini penting agar setiap kebijakan dan langkah kepolisian tetap berada pada koridor hukum serta selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., menyampaikan bahwa UMRAH secara resmi meluncurkan lima pusat studi dan penelitian serta Mangrove Information and Training Center (MITC) sebagai bagian dari penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kemaritiman.
“Kelima pusat studi tersebut terdiri dari Pusat Studi Laut Natuna, Pusat Studi Mitigasi Bencana, Pusat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Pusat Studi Kepolisian, serta Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur, dan Kewilayahan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bahwa capaian pembangunan daerah terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi indeks pembangunan manusia maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib. Kehadiran kelima pusat studi tersebut, khususnya Pusat Studi Kepolisian, diharapkan dapat menjadi wadah kolaboratif dalam menghasilkan kajian strategis, pengembangan riset, serta rekomendasi kebijakan yang mendukung terciptanya keamanan, pembangunan wilayah maritim, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap bentuk gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya
