#Artikel

Menyongsong kejayaan kelapa Indonesia

Di bawah terik matahari tropis, pohon kelapa berdiri tegak di perkebunan luas Indonesia, menyapa angin dengan daun-daunnya yang melambai.

Pohon yang menjadi simbol lanskap tropis itu dijuluki “pohon kehidupan” karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Sebut saja batang pohonnya, dapat digunakan sebagai papan untuk pembuatan rumah, tangkai anak daunnya menghasilkan lidi untuk sapu, tandan bunga kelapa yang belum mekar menghasilkan cairan nira yang dapat diolah lebih lanjut menjadi gula kelapa.

Tak kalah penting dan bernilai paling ekonomi adalah buah kelapa, yang mampu menghasilkan daging buah muda, santan, minyak kelapa, bungkil kelapa, tepung kelapa, hingga kopra.

Keberagaman manfaat ini menjadikan kelapa sebagai komoditas strategis yang tak hanya mendukung kehidupan masyarakat lokal, tetapi juga perekonomian nasional.

Di tengah geliat ekonomi global yang fluktuatif, komoditas kelapa Indonesia justru menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan signifikan nilai dan volume ekspor kelapa dalam tiga tahun terakhir.

Arisan Online Berujung Laporan Polisi, Warga Pontianak Rugi Puluhan Juta Rupiah

Pada 2022, ekspor kelapa Indonesia mencapai 65,6 juta dolar AS. Nilai ekspor itu naik sekitar 14,82 persen menjadi 75,33 juta dolar AS pada 2023, dan terus meroket hingga 50,78 persen menjadi 113,59 juta pada 2024.

Related Posts

#PILIHANEDITOR

Share