Pid.kepri.polri.go.id – Tamtama adalah golongan pangkat terendah dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI). Posisinya berada di bawah golongan Bintara.
Jika Perwira berperan sebagai manajer/pemimpin strategi dan Bintara sebagai pelaksana teknis sekaligus penghubung, maka Tamtama adalah pasukan inti di garis depan (ujung tombak) yang dituntut memiliki loyalitas tinggi, ketahanan fisik prima, dan kemampuan taktis yang militan.
Di lingkungan Polri, personel Tamtama mayoritas ditempatkan pada satuan-satuan khusus yang membutuhkan kesiapan tempur dan kemampuan teknis tingkat tinggi, yaitu Korps Brimob (Brigade Mobil) dan Ditpolairud (Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara).
1. Pendidikan dan Pangkat Awal
Untuk menjadi Tamtama Polri, seseorang harus melewati seleksi ketat dan menjalani pendidikan pembentukan di Pusdik Brimob (Watukosek, Jawa Timur) atau Pusdik Polair (Pondok Dayung, Jakarta).
- Masa Pendidikan: Ditempuh selama 5 bulan.
- Pangkat Awal: Begitu lulus pendidikan, mereka dilantik dengan pangkat Bhayangkara Dua (Bharada), yang ditandai dengan emblem satu garis merah (untuk Brimob/Polair) di pundak.
2. Struktur Urutan Pangkat Tamtama Polri
Golongan Tamtama memiliki jenjang kenaikan pangkat sebagai berikut (dari terendah ke tertinggi):
- Bharada (Bhayangkara Dua)
- Bharatu (Bhayangkara Satu)
- Bharaka (Bhayangkara Kepala)
- Abripda (Ajun Brigadir Polisi Dua)
- Abriptu (Ajun Brigadir Polisi Satu)
- Abrip (Ajun Brigadir)
3. Peran dan Tugas Pokok Tamtama di Lapangan
Karena penempatannya yang spesifik, tugas seorang Tamtama Polri sangat berkaitan dengan situasi dengan risiko keamanan tinggi:
- Pada Satuan Brimob: Terlibat dalam operasi penanggulangan terorisme (antiteror), penjinakan bom (Jibom), penanganan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), penyelamatan korban bencana alam (SAR), dan pengendalian massa berskala besar (huru-hara).
- Pada Satuan Polairud: Melakukan patroli pengamanan wilayah perairan/laut Indonesia, penindakan penyelundupan melalui jalur laut, perompakan, serta penegakan hukum di perairan nasional.
Kesimpulan: Tamtama adalah lambang kekuatan fisik dan kedisiplinan mutlak di lapangan. Mereka adalah personel yang paling pertama diterjunkan ke daerah konflik atau situasi berbahaya demi menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
