Pid.kepri.polri.go.id – Pramuka (singkatan dari Praja Muda Karana, yang berarti rakyat muda yang suka berkarya) adalah gerakan pendidikan kepanduan praja di Indonesia.
Secara resmi, Pramuka merupakan organisasi non-formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan untuk membentuk kepribadian, akhlak mulia, kedisiplinan, dan jiwa patriotisme generasi muda.
Di Indonesia, penyelenggaraan gerakan ini diatur secara khusus dalam UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Sejarah Singkat
- Sejarah Dunia: Pelopor kepanduan dunia adalah Lord Baden-Powell pada tahun 1907 di Inggris.
- Di Indonesia: Kepanduan telah ada sejak masa Hindia Belanda. Pada 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno menyatukan seluruh organisasi kepanduan di Indonesia menjadi satu wadah tunggal bernama Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961. Tanggal 14 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Pramuka.
Tingkatan Anggota Pramuka Berdasarkan Usia
Anggota muda Pramuka dikelompokkan berdasarkan rentang usianya:
| Kelompok / Tingkatan | Rentang Usia | Satuan Terkecil / Pembina |
| Pramuka Siaga | Usia 7–10 tahun | Mula, Bantu, Tata |
| Pramuka Penggalang | Usia 11–15 tahun | Ramu, Rakit, Terap |
| Pramuka Penegak | Usia 16–20 tahun | Bantara, Laksana |
| Pramuka Pandega | Usia 21–25 tahun | Pandega (Tingkat Perguruan Tinggi) |
Selain anggota muda, terdapat Anggota Dewasa yang bertindak sebagai Pembina, Pelatih, Pamong SAK, serta Pengurus Kwartir/Mabi (Majelis Pembimbing).
Kode Kehormatan Pramuka
Setiap anggota Pramuka memiliki landasan moral dan pedoman sikap yang terdiri dari:
- Janji Kehormatan:
- Dwisatya (untuk Pramuka Siaga)
- Trisatya (untuk Penggalang, Penegak, Pandega, dan Anggota Dewasa)
- Ketentuan Moral:
- Dwadarma (untuk Pramuka Siaga)
- Dasadarma (10 sikap/pedoman hidup bagi Penggalang hingga Anggota Dewasa)
Nilai Utama Pendidikan Kepanduan
Pendidikan Pramuka berfokus pada kegiatan luar ruangan (outdoor activities) yang menyenangkan namun sarat dengan pendidikan karakter, seperti:
- Kemandirian & Kedisiplinan: Melalui perkemahan, teknik bertahan hidup (survival), dan keterampilan tali-temali (pioneering).
- Cinta Alam & Kemanusiaan: Tanggap terhadap lingkungan hidup, aksi bakti sosial, serta bantuan penanggulangan bencana (Pramuka Peduli).
- Kepemimpinan & Kerja Sama: Berlatih memimpin dan dipimpin dalam regu/sangga.
