• Mon. Apr 21st, 2025

PID Polda Kepri

Pengelola Informasi & Dokumentasi Polri

Anak Belajar Berbakti dari Orangtuanya

ByNora listiawati

Jan 8, 2025

Kemarin malam saya mengobrol dengan seorang teman yang sedang mengalami apa yang saya alami tujuh tahun lalu. Kami berdua memiliki mama-mama yang berkepribadian kuat, tangguh, dan militan. Kami berdua sangat mengagumi dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap mama-mama kami.

Sampai suatu hari mama-mama kami mengalami sakit dan dunia yang biasanya stabil-stabil saja ini bergoncang hebat.

Mama teman saya harus bedrest dan mulai mengalami depresi. Teman saya memiliki empat orang anak yang masih kecil, tanpa ARTdi rumah, menyelenggarakan homeschooling, dan harus merawat mamanya. Tentu berat, ya?

Saya jadi teringat tujuh tahun lalu. Setelah Mama saya mengalami serangan stroke, saya dan adik perempuan sama-sama mengandung anak ketiga selain memiliki dua orang anak yang masih balita. Kami menjalani hari-hari yang sulit, mengurus Mama supaya bagian kiri tubuhnya bisa digerakkan kembali, mengantar-menunggui-menjemput ke dan dari rumah sakit, belum lagi berhadapan dengan perubahan kepribadiannya yang sangat drastis.

Katanya, sisi terburuk seseorang bakal keluar ketika orang itu kaya, miskin, dan sakit. Mungkin bukan sisi terburuk ya, tapi sisi-sisi yang kita tidak pernah tahu dari diri seseorang, meskipun orang tersebut memiliki relasi sedekat saya dan Mama saya. Selama ini saya tidak tahu karena saya tidak peka dan Mama saya berusaha untuk tidak menunjukkan sisi lain (yang dia sendiri tidak sukai) dari kepribadiannya.

Ketidakmampuan bergerak dan kesulitan berbicara selama enam bulan membawa Mama saya ke jurang keputusasaan. Dari seorang dosen yang energik, selalu bergerak dan bersosialisasi, tiba-tiba Mama harus di rumah dan mengandalkan orang lain.