Di era serba digital, anak muda lebih akrab dengan layar daripada lembaran buku. Bangun tidur langsung scroll media sosial, sebelum tidur pun masih asyik melihat feed dan story. Boleh saja, itu bagian dari kehidupan zaman sekarang. Tapi, jangan sampai kita lupa: buku tetap penting dan tak tergantikan.
Membaca buku bukan sekadar menambah pengetahuan. Ia mengasah cara berpikir, memperluas imajinasi, dan melatih fokus—hal-hal yang jarang kita dapat saat hanya melihat konten singkat. Buku mengajak kita menyelami dunia, memahami sudut pandang, bahkan belajar menjadi lebih bijak dalam menghadapi hidup.
Layar memberi kita informasi cepat, tapi buku memberi kita kedalaman. Saat generasi muda hanya terbiasa scroll tanpa refleksi, kemampuan berpikir kritis bisa memudar.
Kesimpulan
Boleh kok scroll TikTok atau Instagram, tapi sempatkan juga baca buku walau satu bab sehari. Karena kemajuan tanpa literasi hanya akan melahirkan generasi yang tahu banyak, tapi paham sedikit.
