pid.kepri.polri.go.id Dalam sambutannya, Gubernur Kepri yang diwakili Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah strategis yang didominasi oleh lautan dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga.
Hal ini menjadikan Kepri sebagai pintu gerbang utara Indonesia sekaligus berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Oleh karena itu, keberadaan Bakamla RI dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan dari berbagai potensi ancaman seperti pelanggaran wilayah, illegal fishing, hingga penyelundupan.
Sementara itu, Kepala Bakamla RI dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Mako Bakamla di tiga zona, yakni Barat (Batam), Tengah (Manado), dan Timur (Ambon), merupakan bagian dari komitmen negara dalam memperkuat kehadiran dan kesiapsiagaan di wilayah strategis Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan laut, termasuk melalui integrasi sistem Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Lebih lanjut, Kapolda Kepri menegaskan bahwa Polda Kepri siap untuk terus memperkuat kolaborasi operasional dengan Bakamla RI melalui pertukaran informasi, patroli bersama, serta langkah-langkah preventif dan represif yang terukur. Ia berharap, dengan sinergitas yang solid, wilayah perairan Kepulauan Riau dapat terus terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST), penandatanganan prasasti, serta prosesi peresmian yang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Gubernur Kepri bersama Kapolda Kepri, perwakilan Pangkogabwilhan, Kepala Zona Bakamla Barat, dan Walikota Batam. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan backdrop, pengguntingan pita, serta peninjauan fasilitas Kantor Zona Bakamla Barat.
