Perkembangan media sosial yang semakin pesat pada tahun 2026 membawa berbagai dampak terhadap kehidupan masyarakat, salah satunya adalah munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). FOMO merupakan perasaan takut tertinggal informasi, tren, atau pengalaman yang sedang dialami orang lain sehingga seseorang merasa perlu terus mengikuti aktivitas di media sosial.
Fenomena ini dapat memengaruhi kehidupan sosial seseorang. Keinginan untuk selalu terhubung dan mengikuti perkembangan terbaru sering kali membuat individu menghabiskan banyak waktu di dunia maya. Akibatnya, interaksi secara langsung dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar dapat berkurang. Selain itu, kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang ditampilkan di media sosial juga berpotensi menimbulkan rasa cemas, stres, dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri.
Meskipun demikian, media sosial tetap memiliki manfaat sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi. Oleh karena itu, penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak dengan membatasi waktu penggunaan, menyaring informasi yang diterima, serta lebih menghargai interaksi di dunia nyata.
Pada akhirnya, fenomena FOMO menjadi tantangan sosial di era digital yang perlu disikapi dengan kesadaran dan keseimbangan. Dengan penggunaan media sosial yang sehat, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengorbankan kualitas hubungan sosial dan kesejahteraan mental.
