Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK), Bidang Hukum (Bidkum), Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel Tahun 2026.
Ia pun memberikan atensi khusus pada upaya perlindungan lingkungan, khususnya terkait langkah antisipasi dan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Isu ini menjadi sangat krusial mengingat adanya perubahan cuaca yang diprediksi menguat pada pertengahan tahun 2026, sehingga membutuhkan respons yang cepat dan terukur dari seluruh elemen kepolisian.
“Karakteristik wilayah Sumatera Selatan yang bergambut membuat proses pemadaman sangat sulit jika api sudah membesar. Oleh karena itu, langkah paling strategis yang dapat kita lakukan adalah mitigasi dan pencegahan sejak dini,” ungkap Kapolda dalam sambutannya, Selasa (2/8/26).
Kapolda pun menginstruksikan Bid TIK untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit serta penggunaan alat pemantau kelembapan tanah di wilayah gambut harus diintegrasikan dengan baik.
“Jika data menunjukkan adanya penurunan kadar air, personel di lapangan dapat segera mengambil langkah antisipasi sebelum lahan mengering dan rentan terbakar,” ujarnya.
