• Sat. Apr 5th, 2025

PID Polda Kepri

Pengelola Informasi & Dokumentasi Polri

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Lalu Lintas

Bysusi susi

Jan 3, 2023

Pid.kepri.polri.go.id – Memiliki pengetahuan dasar mengenai cara-cara pertolongan pertama pada kecelakaan, merupakan hal yang penting untuk diketahui. Apalagi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih cukup tinggi dan menyumbang angka kematian yang tinggi.

Hal ini dipicu karena banyak orang yang tidak mengetahui cara melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan.

Panduan pertolongan pertama pada kecelakaan

Hal pertama yang harus Kita ketahui ketika menemukan kasus kecelakaan lalu lintas adalah untuk tidak panik. Tindakan yang tergesa-gesa karena panik hanya dapat menambah risiko cedera bagi korban kecelakaan.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan apabila ingin menolong korban kecelakaan lalu lintas, antara lain:

1. Periksa tempat kejadian  

Ketika menemukan kasus kegawatdaruratan, seperti menemukan kasus kecelakaan, pastikan memeriksa tempat kejadian.

Cari apa pun yang mungkin berbahaya, seperti tanda-tanda kebakaran, puing-puing yang jatuh, atau mungkin orang yang melakukan kekerasan. Jika keselamatan Anda terancam, keluarkan diri dari area tersebut dan hubungi bantuan.

Jika tempat kejadian aman, kaji kondisi orang yang sakit atau terluka. Jangan pindahkan mereka kecuali Anda harus melakukannya untuk melindunginya dari bahaya.

2. Hubungi bantuan medis segera

Ketika menemukan ada orang yang terluka dan membutuhkan perawatan medis darurat, Anda bisa melakukan panggilan telepon ke nomor 112 atau nomor layanan gawat darurat di rumah sakit terdekat. Jika tidak bisa, beri tahu orang terdekat untuk melakukan panggilan telepon.

Ceritakan kronologi singkat, kondisi korban, dan lokasi tempat kejadian secara detail.

Begitupun jika sendiri dan memerlukan pertolongan, jangan tunda untuk maka hubungi nomor layanan darurat.

3. Pastikan korban tidak dikerumuni

Berikan ruang terbuka untuk korban agar ia mendapatkan kenyamanan dan bisa  mendapatkan udara bebas. Jangan sampai, korban dikerumuni supaya mendapatkan oksigen yang cukup untuk bernafas.

Sambil menunggu pertolongan medis datang, sebaiknya Anda memastikan orang yang terluka tersebut tidak sendirian dan cobalah untuk membuatnya tetap tenang.

4. Jangan pindahkan korban jika mengalami cedera dalam

Jangan pindahkan posisinya jika menemukan cedera dalam seperti luka patah tulang. Hal tersebut hanya berpotensi memperparah cedera. Jika Anda memiliki keterampilan pertolongan pertama dasar, cobalah untuk mengobati cedera yang berpotensi mengancam jiwa yang mereka miliki.

Namun jika tidak, Anda cukup mencegah adanya gerakan dengan menggunakan pakaian atau perban di sekitar tulang belakang atau patah tulang.

Lalu, jika kecelakaan sepeda motor dan korban masih memakai helm maka penolong dapat mengeluarkan helm korban dengan hati-hati untuk menghindari tersangkut di telinga.

5. Hentikan perdarahan

Pendarahan yang berlebihan dari kepala atau mulut bisa menjadi tanda bahaya. Cara menghentikan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas yang dapat dilakukan antara lain:

  • Periksa apakah ada pendarahan dengan berlutut di samping korban.
  • Jika terdapat perdarahan, tekan dan tutup bagian luka sehingga korban tidak kehabisan darah.
  • Gunakan perban kalau Anda membawa kotak P3K. Namun jika tidak ada, bisa menggunakan pakaian bersih sebagai alternatif perban biasa.
  • Jika terdapat darah yang masih mengalir, ikat bagian atas luka dekat jantung dengan sehelai kain.
  • Pastikan korban dalam posisi yang nyaman.

6. Atasi syok pascakecelakaan

Kenali tanda-tanda syok pascakecelakaan seperti wajah yang memucat, dingin, berkeringat, dan terlihat kesulitan bernapas hingga denyut nadinya melemah. Hal ini menandakan tubuhnya sudah kehilangan lebih dari 20 persen dari darah atau suplai cairan tubuh akibat perdarahan yang dialaminya.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi syok antara lain:

  • Longgarkan ikat pinggang dan kancing kerah baju agar peredaran darah kembali lancar.
  • Baringkan korban dalam posisi rata. Tinggikan kaki sekitar 30 cm. Tetapi, jangan mengangkat kepalanya.
  • Pastikan korban tetap hangat untuk menghindari hipotermia.
  • Hindari memberikan cairan kepada orang tersebut melalui mulut, terutama jika ia tidak sadarkan diri. Sebab, hal ini bisa memicu tersedak yang membahayakan kondisinya.
  • Jika ada benda yang tertusuk di tubuh korban seperti kaca, dan benda lainnya, jangan mencabutnya sembarangan. Luka tusuk yang tidak ditangani dengan benar akan memicu infeksi.
  • Jika menemukan luka tusuk yang dalam di dada segera tutup dengan tangan atau dengan balutan yang tidak memungkinkan udara mengalir. Tujuannya untuk meminimalisir paru-paru mengempis. Tetapi jika korban bertambah sesak ketika luka tusuk di dadanya ditutup, buka penutup.

7.   Selalu periksa respon, pernapasan, dan denyut nadi korban

Ketika mengalami kecelakaan lalu lintas, korban bisa tidak sadarkan diri dan mengalami henti napas. Untuk itulah, sangat penting untuk selalu memeriksa respons, pernapasan, dan denyut nadi korban.

Apabila memiliki keterampilan pertolongan pertama, misalnya dengan resusitasi jantung paru (CPR), maka bisa menerapkannya pada korban ketika ia mulai tidak memberikan respons.

Amankan juga barang korban. Jika situasi memungkinkan, hubungi keluarga korban melalui ponsel korban atau informasi lainnya.

Penting untuk diketahui bahwa pertama pada kecelakaan lalu lintas yang dilakukan amat berarti untuk mencegah dampak yang lebih fatal sampai tenaga kesehatan datang.

Namun, pastikan Anda tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang lain selama proses penyelamatan, ya!

Sumber            : Mediaonline.com

Penulis             : Juliadi Warman

Editor              : Firman Edi

Publisher         : Joni Kasim