pid.kepri.polri.go.id
Seperti yang kita ketahui bahwa Negara Indonesia ini adalah negara yang berlandaskan atau berpedoman pada hukum, hal ini tertulis pada UUD 1945 pasal 1 ayat 3 yang berbunyi “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Pasal tersebut sejalan dengan makna dari Hak Asasi Manusia.
Pengertian Hak Asasi Manusia sendiri ialah hak dasar dari suatu individu yang melekat pada dirinya sejak lahir dan tentu saja didapatkan langsung dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu hak ini tidak bisa dicuri atapun dirampas oleh siapapun dan yang harus kita lakukan adalah menghormati, menjunjung tinggi serta melindunginya sebagai bentuk penghormatan sesama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, Fahlevi (2022) menjelaskan bahwa peran Hak Asasi Manusia ini penting dan sangat berarti bagi semua orang yang ingin mendapatkan keadilan. Oleh sebab itu wajib hukumnya bagi pemerintah Indonesia untuk menegakkan aturan Hak Asasi Manusia dengan adil dan tegas.
Di samping itu, sama halnya dengan para remaja atau para pelajar di Indonesia yang membutuhkan edukasi serta pengetahuan mengenai Hak Asasi Manusia supaya di masa depan mereka dapat hidup bersosialisasi, berpolitik serta mendapat perlindungan dan juga pendidikan yang memadai.
Seperti yang sudah kita ketahui tujuan penegakan Hak Asasi Manusia adalah untuk meningkatkan perlindungan serta penghormatan bagi masyarakat Indonesia, terutama kepada para pelajar mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi di mana mereka sangat membutuhkan bimbingan kita mengenai kesadaran akan kesehatan mental.
Kesehatan mental menurut WHO ialah keadaan di mana seorang individu memungkinkan untuk menyadari kemampuan yang mereka miliki serta dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal serta individu tersebut bekerja secara produktif dan berkontribusi pada komunitas mereka.
Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kesehatan mental ini juga memengaruhi kondisi fisik seseorang sehingga hal tersebut juga berhubungan dengan produktivitas seseorang. Dengan kata lain, apabila kesehatan mental kita terganggu maka kita tidak bisa bekerja dengan maksimal dan berpengaruh pada kualitas kerja kita. Perlu kita ketahui bahwa gangguan kesehatan mental ini dapat dialami oleh siapa saja, seperti para remaja ini.
Sementara itu, di Indonesia tidak sedikit remaja yang mengalami masalah ini. Gejala yang dialami juga beragam, mulai dari depresi hingga kecemasan yang rasakan oleh kebanyakan remaja berusia 15 tahun keatas yang jumlahnya sudah mencapai 6,1% dari jumlah penduduk Indonesia yaitu setara dengan 11 juta remaja. Pada era globalisasi sekarang, remaja dituntut untuk mampu bersaing dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Hal tersebut yang nantinya akan menyebabkan sorang remaja akan mengalami gangguankesehatan mental. Masa remaja adalah masa-masa di mana para remaja mulai peduli pada ucapan orang lain kepada dirinya sehingga secara tidak langsung dapat mengubah kesadaran diri remaja tersebut. (Satgas Remaja IDAI, 2013)
Menurut Simanjuntak (2022), remaja yang memiliki gangguan kesehatan mental ialah remaja yang tidak dapat menyesuaikan dirinya pada beberapa area kehidupan, seperti memiliki masalah dalam bersosialisasi, memiliki masalah dalam mengontrol emosi, masalah terhadap jam tidur, mudah bosan akan suatu hal, dan umumnya memiliki kebiasaan untuk merusak tubuhnya, seperti merokok bahkan minum alkohol atau zat adiktif lainnya.
Ada beberapa hal juga yang perlu kita ketahui mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kesehatan mental ini, yakni lingkungan keluarga, lingkungan teman, lingkungan sekolah serta lingkungan masyarakat dan juga sosial media. Namun dari keempat faktor tersebut, yang paling banyak memengaruhi seorang remaja mengalami gangguan mental adalah dari lingkungan keluarganya sendiri.
Di samping itu, Kholig (2022) memaparkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting agar anak tersebut mau menceritakan segala masalah dalam benaknya jadi orangtua harus mampu berperan menjadi seorang teman ataupun sebagai sahabatnya. Biarpun demikian, untuk mendapatkan jiwa atau mental remaja yang sehat maka kita memerlukan usaha serta waktu yang lebih untuk membimbing dan mengajarkannya dengan tepat. Oleh karena itu, pengaruh lingkungan keluarga sangat penting untuk membentuk mental remaja yang baik.
Kesehatan mental bukan hanya berhubungan dengan terbebasnya seseorang dari ganguan mental, melainkan juga berhubungan dengan kondisi fisik dan tingkah laku individu tersebut.
Dengan kata lain, kesehatan mental juga mengharusnya seorang individu untuk sehat secara spriritual, psikologis dan jasmani serta sehat secara sosial.
Selain itu, untuk mengatasi gangguan mental pada remaja maka kita harus mengetahui bahwa remaja ini membutuhkan sebuah tempat untuk dia bisa mendapat privasi yang cukup ataupun orang yang bisa dia ajak bicara tentang semua permasalahannya.
Oleh karena itu, lingkungan keluarga dan sekolah sangat penting untuk mencegah atau memperbaiki kesehatan mental remaja tersebut. Kita bisa membuat perasaan para remaja ini teralihkan agar dapat mengatasi masalahnya dengan memberikan arahan positif untuk pelampiasannya. Misalnya, memberikannya berbagai kesibukan, seperti mengajaknya bermain, berbelanja, belajar ataupun hanya sekedar berjalan-jalan ( sumber kompasiana.com/renata)
Penulis : firman Edi
Editor : Nora Listiawati
Publisher : Roy Dwi Oktaviandi