• Fri. Apr 4th, 2025

PID Polda Kepri

Pengelola Informasi & Dokumentasi Polri

Fungsi Tameng di Kepolisian

Bysusi susi

Feb 11, 2025

Pid.kepri.polri.go.id – Tameng adalah alat pengaman yang digunakan oleh anggota kepolisian, termasuk Polri, dalam situasi yang membutuhkan perlindungan fisik, terutama dalam pengendalian kerusuhan atau aksi massa yang tidak terkendali. Tameng biasanya terbuat dari bahan yang kuat seperti plastik keras, logam, atau bahan komposit yang dapat menahan benturan atau serangan dari benda keras.

Berikut adalah beberapa fungsi utama tameng dalam Polri:

  1. Perlindungan dari Serangan

Fungsi utama tameng adalah untuk melindungi petugas kepolisian dari serangan fisik, baik berupa lemparan benda keras, batu, atau bahkan senjata tajam yang mungkin digunakan oleh individu yang agresif. Dengan tameng, petugas dapat mengurangi risiko cedera dari serangan tersebut.

  1. Mengendalikan Kerusuhan

Tameng sangat berguna dalam situasi pengendalian massa atau kerusuhan, di mana ada potensi serangan fisik dari massa yang tidak terkendali. Petugas dapat menggunakan tameng untuk membentuk barisan pertahanan dan menjaga jarak aman antara polisi dan massa, serta menghalau atau menahan serangan dari luar.

  1. Mengamankan Proses Penahanan

Dalam situasi yang memerlukan penahanan atau penangkapan, tameng dapat digunakan untuk mengamankan petugas dari potensi perlawanan dari tersangka. Petugas yang menghadapai individu yang melawan atau berusaha kabur dapat menggunakan tameng sebagai pelindung sementara.

  1. Mencegah Kekerasan Berlebih

Dengan menggunakan tameng, polisi dapat menghindari penggunaan kekerasan berlebihan dalam situasi pengendalian massa atau kerusuhan. Tameng memungkinkan polisi untuk menghadapi massa atau situasi berisiko tanpa harus mengandalkan senjata api atau kekuatan fisik yang lebih keras.

  1. Sebagai Alat Pembubaran Massa

Dalam situasi pengendalian kerusuhan atau demonstrasi yang berpotensi anarkis, tameng digunakan oleh petugas dalam pembentukan barisan pengamanan (riot control). Tameng membantu polisi untuk melindungi diri mereka sambil mengarahkan atau membubarkan kerumunan yang rusuh secara terorganisir.

  1. Meningkatkan Keamanan Petugas

Tameng memberikan perlindungan kepada petugas yang berada di garis depan, terutama saat mereka harus berada dalam jarak dekat dengan individu yang agresif atau dalam lingkungan yang tidak aman. Ini membantu mencegah cedera serius bagi petugas saat berhadapan langsung dengan ancaman fisik.

  1. Pelindung dalam Aksi Penertiban

Dalam berbagai operasi penertiban, baik itu penertiban narkoba, penangkapan, atau penindakan terhadap pelaku kejahatan, tameng berfungsi sebagai alat perlindungan yang efektif. Dengan menggunakan tameng, polisi dapat melindungi diri mereka dari kemungkinan serangan atau potensi kekerasan dari pihak yang sedang ditindak.

  1. Sebagai Simbol Otoritas

Tameng sering kali digunakan sebagai bagian dari formasi polisi yang menghadap situasi yang penuh risiko atau kerusuhan. Keberadaan tameng dalam barisan polisi berfungsi sebagai simbol kekuatan dan kontrol, serta menunjukkan kesiapan polisi dalam menghadapi potensi ancaman atau kerusuhan.

  1. Menjaga Jarak Aman dalam Pengamanan

Tameng juga membantu petugas untuk menjaga jarak aman dari individu atau kelompok yang berada di dekatnya. Dalam situasi kerusuhan, petugas dapat menggunakan tameng untuk menjaga jarak dengan massa sambil tetap menjaga pengendalian situasi.

  1. Menghadapi Situasi dengan Potensi Kekerasan

Dalam operasi yang melibatkan kelompok yang berpotensi kekerasan, tameng memberikan perlindungan tambahan untuk polisi. Misalnya, dalam aksi demo yang bisa berubah menjadi kekerasan, petugas yang menggunakan tameng dapat menghadapi ancaman dengan lebih aman dan terstruktur.

Kesimpulan

Tameng memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi petugas kepolisian, menjaga ketertiban, dan mengendalikan kerusuhan dengan cara yang lebih aman dan terukur. Penggunaan tameng memungkinkan petugas untuk bertindak dalam situasi yang berisiko tinggi, mengurangi kemungkinan cedera pada mereka, dan meningkatkan efektivitas dalam menjaga keamanan tanpa mengandalkan kekerasan berlebihan. Namun, penggunaan tameng juga harus sesuai dengan prosedur yang berlaku dan prinsip hak asasi manusia, sehingga dapat menjaga keselamatan dan ketertiban dengan bijak.