• Fri. Apr 4th, 2025

PID Polda Kepri

Pengelola Informasi & Dokumentasi Polri

Apel Gelar Pasukan Aman Nusa II Polda Kepri Dalam Rangka Menghadapi Kontijensi Bencana 2017

Byadmin bidhumas

Oct 31, 2017

Kapolda Kepri Irjen Pol. Sam Budigusdian, MH memimpin pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Aman Nusa II Polda Kepri dalam rangka menghadapi Kontijensi Bencana 2017, Senin (30/10).

Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Lapangan Apel Polda Kepri dihadiri  Wakapolda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri dan Seluruh Polsonel Polda Kepri.

Adapun maksud  diadakannya apel gelar pasukan ini adalah untuk mengecek kesiapan baik personel maupun perlengkapan serta menghimpun semua kekuatan yang ada untuk ikut serta berpartsipasi dalam usaha penaggulangan bencana baik mencegah maupun pemulihan pasca bencana alam yang tidak dapat dihindari.

“Dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannya, maka upaya penanggulangan bencana perlu ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara semua stake holder yang ada,”tutur Kapolda Kepri membacakan amanatnya.

Lebih lanjut Kapolda Kepri menyampaikan, seperti yang kita ketahui bersama, Daerah Kepualuan Riau merupakan daerah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, laka laut dan lain sebagainya, maka dari itu amat sangat diperlukan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik di semua unsur yang berkaitan dengan penanggulangan bencana baik Tni, Polri, BNPB, Basarnas maupun unsur masyarakat lainnya guna tercapainya satu pola pikir dalam menanggulangi bencana yang terjadi di daerah kita, kepulauan riau.

Kapolda Kepri berharap kepada seluruh stake holder yang berkompetensi dalam penanggulangan bencana agar terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana yang  meliputi :

  1. Pengintegrasian penanggulangan bencana disemua lini dari tingkat kelurahan hingga provinsi
  2. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan gabungan penanggulangan bencana
  3. Meningkatkan kualitas data, informasi, dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan posko dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (tik)
  4. Pelaksanaan pembentukan dan pengembangan daerah tangguh bencana untuk membangun kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana
  5. Berikan kemudahan bagi keterlibatan swasta dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana.

” Oleh karena itu kita dituntut untuk mampu untuk melakukan prediksi, analisis, identifikasi dan kajian terhadap risiko bencana serta Kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang canggih maupun tepat guna sangat diperlukan,”pungkasnya.

Penulis : Ivana

Editor   : Edi

Publish : Tahang