Anak jalanan adalah potret nyata dari tantangan sosial yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Mereka adalah anak-anak yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di jalan, entah untuk mencari nafkah, bertahan hidup, atau karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Kehidupan di jalanan bukanlah pilihan, melainkan konsekuensi dari berbagai faktor, seperti kemiskinan, masalah keluarga, hingga kurangnya akses terhadap pendidikan dan perlindungan sosial.
Banyak faktor yang menyebabkan seorang anak terpaksa hidup di jalanan. Kemiskinan menjadi penyebab utama, di mana keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sehingga anak dipaksa bekerja atau mengemis. Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, dan kehilangan orang tua juga dapat membuat anak memilih jalanan sebagai tempat perlindungan, meskipun berisiko tinggi.
Ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan juga menjadi faktor lain. Banyak anak jalanan yang putus sekolah karena keterbatasan biaya atau kurangnya dorongan dari lingkungan. Akibatnya, mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang layak dan terjebak dalam siklus kemiskinan yang terus berlanjut.