pid.kepri.polri.go.id- Kondisi henti jantung terjadi saat organ tersebut berhenti memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh.
Seseorang yang mengalami kondisi ini lebih dari 5 menit tanpa pertolongan pertama berisiko terserang kerusakan otak. Bahkan, kematian bisa terjadi jika kondisi ini terjadi lebih dari 8 menit.
Meski begitu, terkadang seseorang bisa “dihidupkan” kembali jika mendapatkan penanganan segera. Maka dari itu, setiap orang disarankan untuk tahu melakukan pertolongan pertama pada seseorang yang terserang henti jantung.
Untuk melakukan pertolongan, pertama, seseorang yang menyelamatkan harus memastikan jika pengidap henti jantung masih bisa memberikan respon atau tidak.
Caranya dengan mengguncang orang tersebut dan bertanya apakan ia baik-baik saja. Jika tidak merespon, seseorang yang menolong harus membalikkan badannya menghadap ke atas dan memeriksa pernapasannya berhenti atau tidak. Jika tidak bernapas, resusitasi darurat dengan cara memberikan CPR perlu dilakukan, serta meminta bantuan layanan medis darurat.
Pastikan untuk sesegera mungkin melakukan CPR, sebab tindakan ini menimbulkan risiko jauh lebih rendah pada seseorang yang tidak mengalami masalah pada jantung dibandingkan yang mengalaminya saat diperlukan.
Saat satu orang memberikan CPR, orang lainnya perlu menghubungi layanan darurat dan mencari alat defibrilator (AED) jika bisa dijangkau.
Jangan hentikan CPR selama alat tersebut diambil, lalu segera gunakan saat sudah didapatkan. Kamu juga bisa mendapatkan instruksi dari operator layanan darurat dalam melakukan CPR.
Setelah detak jantung sudah kembali dan bantuan medis tiba, seseorang yang mengalami henti jantung dapat dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Semakin cepat seseorang mendapatkan perawatan medis dari ahlinya, nyawanya bisa terlindungi dengan baik.
Jika seseorang yang mengalami henti jantung menimbulkan tanda atau respons berupa batuk, membuka mata, berbicara, atau bahkan bernapas dengan normal, letakkan tubuhnya pada posisi pemulihan.
Lepaskan defibrilator yang terpasang dan periksa tingkat responnya dan bersiap memberikan CPR jika dibutuhkan. Pengidap henti jantung yang mendapatkan resusitasi membutuhkan pemantauan dan perawatan lanjutan. Pada akhirnya juga perlu mendapatkan rehabilitasi dan tindakan lainnya untuk membuat pemulihan lebih cepat.
Itulah pembahasan mengenai pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada seseorang dengan henti jantung. Pastikan untuk melakukan tindakan yang tepat agar bisa menolong seseorang dari sesuatu yang berbahaya atau bahkan kehilangan nyawa.
Sumber : Halodoc.com
Penulis : Juliadi Warman
Editor : Firman Edi
Publisher : Fredy Ady Pratama